About

Rabu, 21 Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 21 Oktober 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila 

Hari/ Tanggal: Rabu/ 21 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal contoh-contoh aturan di lingkungan keluarga.

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

💫ATP: 

Peserta didik mengenali contoh aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test


Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

  1. Bangun tidur tepat waktu.

  2. Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  3. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.

  4. Membantu orang tua membersihkan rumah.

  5. Berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga.

  6. Meminta izin sebelum pergi keluar rumah.

  7. Mencuci tangan sebelum makan.

  8. Menyimpan mainan setelah digunakan.

  9. Belajar sesuai jadwal.

  10. Tidur tepat waktu.

Contoh aturan yang tidak boleh dilakukan di lingkungan keluarga 

  1. Tidak boleh membentak orang tua.
  2. Tidak boleh berkata kasar kepada anggota keluarga.
  3. Tidak boleh bertengkar dengan saudara.
  4. Tidak boleh membuang sampah sembarangan di rumah.
  5. Tidak boleh merusak barang milik keluarga.
  6. Tidak boleh berbohong kepada orang tua.
  7. Tidak boleh bermain saat waktunya belajar.
  8. Tidak boleh pergi keluar rumah tanpa izin.
  9. Tidak boleh mengganggu anggota keluarga yang sedang beristirahat.
  10. Tidak boleh membiarkan mainan berserakan setelah bermain.

Manfaat Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi rapi dan bersih.

  • Kehidupan keluarga menjadi tertib.

  • Anggota keluarga merasa aman dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menciptakan kerukunan dalam keluarga.

💫Soal Post test 


💫Kesimpulan 
Kita harus mematuhi aturan di lingkungan keluarga agar tercipta kehidupan yang tertib, nyaman, dan harmonis.

Rabu, 21 Oktober 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 21 Oktober 2026

  

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 21 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Membuat Karya Seni Menggunakan Warna Primer dan Sekunder

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Peserta didik dapat merefleksikan karya seni rupa yang dibuatnya sendiri dengan menggunakan warna dasar (primer).

Mindful (Berkesadaran):
Peserta didik dapat mengamati dan mengenali karya seni rupa yang telah dibuatnya dengan menggunakan warna dasar (merah, kuning, dan biru), serta menyadari pilihan warna yang digunakan dalam karyanya.

Meaningful (Bermakna):
Peserta didik dapat menceritakan pengalaman sederhana saat membuat karya, seperti alasan memilih warna, bagian yang paling disukai, dan kesulitan yang dialami ketika menggunakan warna dasar.

Joyful (Menyenangkan):
Peserta didik dapat menunjukkan rasa senang dan percaya diri terhadap karya yang dibuat dengan cara menceritakan, menunjukkan, atau memajang hasil karyanya serta menghargai karya teman.

💫ATP: 

Peserta didik dapat mengenal warna dasar (primer): merah, kuning, dan biru.

Model/Metode pembelajaran: PjBL

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

Membuat Karya Seni Menggunakan Warna Primer dan Sekunder

1. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain.

Warna primer terdiri atas:

  • 🔴 Merah

  • 🟡 Kuning

  • 🔵 Biru

2. Warna Sekunder

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna primer.

Contoh warna sekunder:

Merah + Kuning = Jingga (Oranye)

Kuning + Biru = Hijau

Merah + Biru = Ungu

3. Cara Membuat Karya Seni

  1. Siapkan kertas gambar, pensil, dan alat mewarnai.

  2. Buat gambar sederhana, seperti bunga, rumah, kupu-kupu, atau ikan.

  3. Warnai gambar menggunakan warna primer dan sekunder.

  4. Rapikan gambar agar terlihat indah.

4. Manfaat Membuat Karya Seni

  • Mengenal berbagai macam warna.

  • Melatih kreativitas dan imajinasi.

  • Melatih keterampilan mewarnai.

  • Menghasilkan karya seni yang menarik.

💫 Evaluasi 

💫Kesimpulan

Warna primer terdiri atas merah, kuning, dan biru. Warna sekunder terdiri atas jingga, hijau, dan ungu yang diperoleh dari campuran dua warna primer. Kedua kelompok warna tersebut dapat digunakan untuk membuat karya seni yang indah.

Rabu, 30 September 2026

Rabu, 30 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 30 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 30 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 1

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga. 

💫TP:

Peserta didik dapat mengenal aturan di lingkungan keluarga.

1. Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu mengenali dan menyadari berbagai aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, seperti merapikan tempat tidur, meminta izin sebelum keluar rumah, berbicara sopan kepada anggota keluarga, dan membantu menjaga kebersihan rumah.

2. Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menjelaskan manfaat mematuhi aturan dalam keluarga serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, misalnya mematuhi jadwal belajar, merapikan mainan setelah bermain, dan membantu orang tua.

3. Joyful (Menggembirakan)
Peserta didik mampu menunjukkan perilaku mematuhi aturan keluarga melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain peran, mencocokkan gambar perilaku dengan aturan, bercerita tentang aturan di rumah, atau bermain kartu “Boleh dan Tidak Boleh”.

💫ATP:

Peserta didik mampu mengenali berbagai aturan sederhana yang berlaku di lingkungan keluarga melalui gambar, cerita, dan pengalaman sehari-hari.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Pendidikan Pancasila



1. Pengertian Aturan
Aturan adalah ketentuan yang dibuat dan disepakati untuk mengatur perilaku agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Aturan di Lingkungan Keluarga
Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan oleh setiap anggota keluarga ketika berada di rumah. Aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup dengan rukun dan saling menghargai.

3. Contoh Aturan di Keluarga

  • Bangun tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga.
  • Meminta izin kepada orang tua sebelum pergi.
  • Merapikan mainan setelah bermain.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Membantu menjaga kebersihan rumah.
  • Belajar sesuai waktu yang telah ditentukan.

4. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Mematuhi aturan membuat:

  • Rumah menjadi tertib.
  • Keluarga menjadi aman dan nyaman.
  • Anggota keluarga saling menghargai.
  • Pekerjaan di rumah menjadi lebih teratur.
  • Kehidupan keluarga menjadi rukun dan harmonis.

💫Evaluasi

📝 Soal Isian: Mengenal Aturan

  1. Aturan adalah ketentuan yang harus kita __________.
  2. Aturan dibuat agar kehidupan menjadi __________ dan teratur.
  3. Aturan yang berlaku di rumah disebut aturan di lingkungan __________.
  4. Kita harus berbicara __________ kepada orang tua.
  5. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.

💫Kesimpulan 
Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Sebagai anak, kita dapat mematuhi aturan dengan melakukan kebiasaan baik setiap hari.

Rabu, 30 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 30 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 30 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengidentifikasi Warna Primer pada Benda Sekitar

Pertemuan ke: 2

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Peserta didik dapat merefleksikan karya seni rupa yang dibuatnya sendiri dengan menggunakan warna dasar (primer).

Mindful (Berkesadaran):
Peserta didik dapat mengamati dan mengenali karya seni rupa yang telah dibuatnya dengan menggunakan warna dasar (merah, kuning, dan biru), serta menyadari pilihan warna yang digunakan dalam karyanya.

Meaningful (Bermakna):
Peserta didik dapat menceritakan pengalaman sederhana saat membuat karya, seperti alasan memilih warna, bagian yang paling disukai, dan kesulitan yang dialami ketika menggunakan warna dasar.

Joyful (Menyenangkan):
Peserta didik dapat menunjukkan rasa senang dan percaya diri terhadap karya yang dibuat dengan cara menceritakan, menunjukkan, atau memajang hasil karyanya serta menghargai karya teman.

💫ATP: 

Peserta didik dapat mengenal warna dasar (primer): merah, kuning, dan biru.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Seni Budaya

🎨 Apa Itu Warna Primer?


Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain. Ada 3 warna primer, yaitu:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

🏠 Warna Primer di Sekitar Kita

Kita dapat menemukan warna primer pada berbagai benda di lingkungan sekitar.

  • 🔴 Merah: apel, bunga, tas, mobil-mobilan.
  • 🟡 Kuning: pisang, matahari, pensil, bunga matahari.
  • 🔵 Biru: langit, buku, balon, pakaian.

👀 Cara Mengidentifikasi Warna Primer

Untuk mengenali warna primer, peserta didik dapat:

  1. Mengamati benda yang ada di sekitar.
  2. Menyebutkan warna benda tersebut.
  3. Mengelompokkan benda berdasarkan warna merah, kuning, dan biru.
  4. Membandingkan warna pada beberapa benda.
  5. Menyebutkan contoh benda yang memiliki warna primer.
💫Soal  Post Test

💫Kesimpulan

Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru. Warna-warna tersebut banyak ditemukan pada benda di sekitar kita. Dengan mengamati lingkungan, kita dapat belajar mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan benda berdasarkan warna primernya.

Selasa, 29 September 2026

Selasa, 28 September 2026

 

Materi Ajar/ Selasa, 29 September 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 29 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

Pertemuan ke: 10

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik dapat mengenali contoh pendapat singkat dan memahami cara menyampaikan pendapat tentang kegiatan sehari-hari dengan kalimat sederhana.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia

Menemukan Pendapat Sederhana dalam Percakapan

1. Apa itu pendapat?
Pendapat adalah pikiran, perasaan, atau pandangan seseorang tentang sesuatu. Setiap orang dapat memiliki pendapat yang berbeda.

2. Pendapat dalam percakapan
Pendapat dapat disampaikan ketika kita sedang berbicara dengan orang lain. Kita dapat menemukan pendapat dengan memperhatikan apa yang dikatakan oleh seseorang.

Contoh:

  • Siti: “Menurutku, bermain bersama teman sangat menyenangkan.”
  • Budi: “Menurutku, membaca buku juga menyenangkan.”

Pendapat Siti adalah bermain bersama teman sangat menyenangkan.

3. Kata-kata yang menunjukkan pendapat
Beberapa kata yang dapat digunakan untuk menyampaikan pendapat:

  • Menurutku ...
  • Menurut saya ...
  • Aku pikir ...
  • Aku rasa ...
  • Bagiku ...
  • Menurut pendapatku ...

4. Contoh menemukan pendapat dalam percakapan

Ani: “Bagaimana menurutmu tentang taman sekolah?”
Rani: “Menurutku, taman sekolah sangat indah.”
Ani: “Aku juga suka karena banyak bunganya.”

Pendapat Rani adalah: taman sekolah sangat indah.

5. Cara menemukan pendapat sederhana

  1. Dengarkan percakapan dengan baik.
  2. Perhatikan apa yang dikatakan setiap orang.
  3. Cari kalimat yang berisi pikiran atau pandangan seseorang.
  4. Tentukan siapa yang menyampaikan pendapat.
  5. Sampaikan kembali pendapat tersebut dengan kalimat sederhana.

6. Sikap saat mendengarkan pendapat

  • Mendengarkan teman dengan baik.
  • Tidak memotong pembicaraan.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Tidak mengejek pendapat teman.
  • Boleh memiliki pendapat yang berbeda.

💫Soal post test


💫Kesimpulan 
Pendapat adalah pikiran atau pandangan seseorang terhadap sesuatu. Dalam percakapan, kita dapat menemukan pendapat dengan mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan oleh seseorang. Kita juga harus menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda dengan pendapat kita.

Senin, 28 September 2026

Senin, 28 September 2026

 

Materi Ajar/ Senin, 28 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Senin / 28 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 5

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP:

Peserta didik mampu menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test


💫Materi Pendidikan Pancasila

📖 A. Mengenal Sila Kelima Pancasila

Pancasila memiliki lima sila.

Sila kelima berbunyi:

“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Lambang sila kelima adalah 🌾 padi dan kapas.

🌾 Padi melambangkan makanan dan kebutuhan hidup.

🌿 Kapas melambangkan pakaian dan kebutuhan hidup.

Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil kepada semua orang.


🏠 B. Apa Arti Keadilan?

Adil artinya memperlakukan orang dengan baik dan tidak pilih kasih.

Contohnya:

Berbagi makanan dengan saudara.

Mendapatkan giliran bermain.

Membantu anggota keluarga.

Tidak mengambil barang milik orang lain.

Melaksanakan tugas di rumah dengan baik.

Adil bukan berarti semua orang harus mendapatkan sesuatu yang sama persis. Adil berarti mendapatkan hak dan perlakuan yang sesuai.

👨‍👩‍👧‍👦 C. Contoh Sila Kelima di Lingkungan Keluarga

Kita dapat menerapkan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari.

1. Berbagi dengan Saudara 🍎

Jika ibu memberikan buah kepada kita dan saudara, kita berbagi dengan adil.

2. Bergiliran Bermain 🧸

Jika hanya ada satu mainan, kita dapat bermain secara bergantian.

3. Membagi Tugas Rumah 🧹

Membersihkan rumah dapat dilakukan bersama-sama sesuai kemampuan.

Contohnya:

Kakak merapikan meja.

Adik merapikan mainan.

Ayah membantu membersihkan rumah.

Ibu menyiapkan makanan.

4. Tidak Pilih Kasih ❤️

Kita menyayangi semua anggota keluarga dan tidak membeda-bedakan saudara.

5. Menghargai Hak Anggota Keluarga 🌷


Kita tidak boleh mengambil barang milik saudara tanpa izin.

6. Membantu Anggota Keluarga 🤝

Jika ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, kita membantu dengan ikhlas.


💫Evaluasi/Post Test

1. Sila kelima Pancasila berbunyi ....

A. Ketuhanan Yang Maha Esa

B. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

C. Persatuan Indonesia

2. Lambang sila kelima adalah ....

A. ⭐ Bintang

B. 🌳 Pohon beringin

C. 🌾 Padi dan kapas

3. Jika hanya ada satu mainan, sebaiknya kita ....

A. Berebut

B. Bermain bergantian

C. Menyembunyikannya

4. Contoh sikap adil di rumah adalah ....

A. Mau berbagi dengan saudara

B. Merebut makanan saudara

C. Tidak mau membantu

5. Jika ibu meminta kita membantu membersihkan rumah, sebaiknya kita ....

A. Membantu dengan senang hati

B. Marah

C. Pergi bermain

💫Kesimpulan

Sila kelima Pancasila berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dan memiliki lambang padi dan kapas. Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil, berbagi, bergiliran, membantu keluarga, menghargai hak orang lain, dan tidak pilih kasih. Kita dapat menerapkan nilai sila kelima mulai dari lingkungan keluarga.

Senin, 28 September 2016

 

Materi Ajar/ Senin, 28 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Senin / 28 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengungkapkan Perasaan dalam Percakapan

Pertemuan ke: 9

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik dapat mengenali perasaan yang sesuai, belajar menanyakan perasaan kepada teman, serta mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang baik dan santun.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia



1. Apa itu perasaan?
Perasaan adalah keadaan hati yang kita rasakan. Perasaan dapat berubah sesuai dengan kejadian yang kita alami.

2. Macam-macam perasaan

  • 😊 Senang → ketika mendapat hadiah atau bermain bersama teman.
  • 😢 Sedih → ketika kehilangan barang kesayangan.
  • 😡 Marah → ketika diperlakukan tidak baik.
  • 😨 Takut → ketika berada dalam keadaan yang membuat kita khawatir.
  • 😲 Kaget → ketika mendapat kejutan.
  • 😌 Tenang → ketika berada dalam keadaan nyaman.

3. Mengungkapkan perasaan
Mengungkapkan perasaan berarti mengatakan apa yang kita rasakan kepada orang lain dengan kata-kata yang baik dan sopan.

Contoh:

  • “Aku senang bermain bersama teman.”
  • “Aku sedih karena mainanku rusak.”
  • “Aku takut melihat petir.”
  • “Aku marah karena bukuku diambil tanpa izin.”

4. Cara mengungkapkan perasaan dalam percakapan
Saat berbicara dengan orang lain, kita sebaiknya:

  • Menggunakan kata-kata yang sopan.
  • Berbicara dengan jujur.
  • Berbicara dengan suara yang baik.
  • Tidak berteriak atau berkata kasar.
  • Mendengarkan ketika orang lain berbicara.
  • Menghargai perasaan orang lain.

5. Contoh percakapan

Siti: “Mengapa kamu terlihat sedih, Budi?”
Budi: “Aku sedih karena pensil kesayanganku hilang.”
Siti: “Jangan sedih. Mari kita cari bersama.”
Budi: “Terima kasih, Siti.”

👉 Dari percakapan tersebut, Budi 

mengungkapkan perasaan sedih dengan cara yang baik.

💫Soal Post Test



💫Kesimpulan:

Dalam percakapan, kita dapat menceritakan perasaan dengan jujur, sopan, dan menggunakan kata-kata yang baik. Kita juga harus menghargai perasaan orang lain.

Rabu, 21 Oktober 2026

  Materi Ajar/ Rabu, 21 Oktober 2026   💫IDENTITAS Nama Guru : Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. Mapel: Pendidikan Pancasil...