About

Jumat, 11 September 2026

Jum'at, 11 September 2026

 

Materi Ajar/ Jumat, 11 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Kokulikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 11 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal seni kolase dengan tema budaya Lampung

Pertemuan ke: 8

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:


Mengenal identitas Budaya Lampung

💫TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan panggilan dalam budaya lampung dikehidupan sehari-hari.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan panggilan dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai panggilan dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar siger atau motif kain tapis Lampung dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaranDiscovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual 

💫 Materi Kokulikuler 

1. Pengertian Kolase

Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada sebuah gambar atau bidang sehingga menjadi karya yang indah dan menarik.

Bahan untuk membuat kolase dapat berupa:

  • Kertas warna
  • Kertas origami
  • Potongan kain
  • Daun kering
  • Biji-bijian
  • Kapas
  • Sedotan atau bahan sederhana lainnya

2. Kolase Budaya Lampung

Kolase budaya Lampung adalah karya kolase yang menggunakan gambar atau motif yang berkaitan dengan budaya Lampung.

Contoh objek budaya Lampung yang dapat dibuat menjadi kolase:

  • 👑 Siger Lampung
  • 🏠 Rumah adat Lampung
  • 🧵 Kain Tapis
  • 🌺 Motif hias Lampung
  • 🎭 Pakaian adat Lampung

3. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dapat digunakan:

  • Pola gambar siger atau motif budaya Lampung
  • Kertas warna/origami
  • Lem
  • Gunting
  • Pensil
  • Krayon atau pensil warna
  • Potongan kain atau bahan alam jika tersedia

4. Langkah-Langkah Membuat Kolase

Langkah 1: Pilih gambar budaya Lampung yang ingin dibuat, misalnya siger.

Langkah 2: Siapkan berbagai bahan dengan warna dan tekstur yang berbeda.

Langkah 3: Gunting atau sobek bahan menjadi potongan-potongan kecil.

Langkah 4: Oleskan lem pada bagian gambar secara perlahan.

Langkah 5: Tempelkan potongan bahan hingga seluruh bagian gambar terisi.

Langkah 6: Rapikan tempelan agar kolase terlihat indah.

Langkah 7: Tunjukkan hasil karya dan ceritakan secara sederhana tentang kolase yang dibuat.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat kolase, kita harus:

  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Menggunakan lem secukupnya.
  • Menempel bahan dengan rapi.
  • Memadukan warna dengan menarik.
  • Menjaga kebersihan tempat belajar.
  • Berani berkreasi dengan bahan yang tersedia.

💫Evaluasi

Membuat Kolase Siger Lampung 



💫Kesimpulan

Kolase merupakan karya seni dengan teknik menempel. Kita dapat membuat kolase dengan tema budaya Lampung, seperti siger, kain tapis, dan rumah adat Lampung. Dengan membuat kolase, kita dapat berkreasi sekaligus mengenal dan menghargai budaya daerah Lampung

Kamis, 10 September 2026

Kamis, 10 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Matematika 

Hari/ Tanggal: Kamis/ 10 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20.

Pertemuan ke: 3

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.

💫TP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:

Peserta didik dapat menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20.

💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Komposisi dan Dekomposisi Bilangan sampai 20

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • 5 + 3 = 8
  • 4 + 6 = 10
  • 7 + 3 = 10

Jadi, bilangan 8 dapat disusun dari 5 dan 3.

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • 8 = 5 + 3
  • 10 = 4 + 6
  • 10 = 7 + 3

🔢 Berbagai Pasangan Bilangan

Satu bilangan dapat memiliki beberapa pasangan bilangan.

Contoh bilangan 10:

Pasangan    Hasil
1 + 9    10
2 + 8    10
3 + 7    10
4 + 6    10
5 + 5    10

Jadi, 10 dapat dibentuk dari beberapa pasangan bilangan.

Contoh bilangan 15:

  • 1 + 14 = 15
  • 2 + 13 = 15
  • 3 + 12 = 15
  • 4 + 11 = 15
  • 5 + 10 = 15
  • 6 + 9 = 15
  • 7 + 8 = 15

🌟 Contoh Bilangan sampai 20

Bilangan 20 dapat disusun dari:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
  • 15 + 5 = 20
  • 17 + 3 = 20
  • 19 + 1 = 20

💡 Cara Mudah Menemukan Pasangan Bilangan

  1. Tentukan bilangan yang ingin dibuat.
  2. Pilih satu bilangan sebagai pasangan pertama.
  3. Hitung berapa bilangan yang diperlukan agar jumlahnya sama.
  4. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan.

Contoh:
Bilangan yang akan dibuat adalah 12.

Bilangan 20 dapat disusun dari:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
  • 15 + 5 = 20
  • 17 + 3 = 20
  • 19 + 1 = 20

💡 Cara Mudah Menemukan Pasangan Bilangan

  1. Tentukan bilangan yang ingin dibuat.
  2. Pilih satu bilangan sebagai pasangan pertama.
  3. Hitung berapa bilangan yang diperlukan agar jumlahnya sama.
  4. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan.

Contoh:
Bilangan yang akan dibuat adalah 12.

Jika memilih 7, maka pasangannya adalah 5.

👉 7 + 5 = 12

💫Evaluasi/Post test


💫Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah bilangan menjadi beberapa bagian. Bilangan sampai 20 dapat memiliki berbagai pasangan bilangan. Dengan menggunakan benda konkret seperti kancing, stik es krim, balok, atau gambar buah, siswa dapat lebih mudah memahami cara menyusun dan memecah bilangan.

Rabu, 09 September 2026

Rabu, 9 September 2026

 

Materi Ajar/ 09 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 09 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Pertemuan ke: 7

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP
Peserta didik mampu menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test
Materi Seni Rupa
Mengenal Unsur Rupa
Unsur rupa adalah bagian-bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni.
Beberapa unsur rupa yang sederhana adalah:

1. Titik ●
Titik adalah tanda kecil.
Contoh:
  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik-titik untuk membuat pola.

2. Garis 〰️
Garis adalah goresan yang memanjang.
Ada beberapa jenis garis:
  • Garis lurus ───
  • Garis lengkung 〰️
  • Garis zig-zag ///\
  • Garis bergelombang ~~~~~

3. Bentuk
Bentuk adalah bagian yang memiliki rupa tertentu.
Contoh:
  • Lingkaran ○
  • Segitiga △
  • Persegi □
  • Persegi panjang ▭
Benda di sekitar kita juga mempunyai bentuk, seperti bola, buku, meja, dan rumah.

4. Warna 🌈
Warna membuat karya seni menjadi lebih indah.
Contoh warna:
  • Merah
  • Kuning
  • Biru
  • Hijau
  • Jingga
  • Ungu
Kita dapat memilih warna sesuai dengan keinginan kita.

5. Tekstur
Tekstur adalah rasa permukaan suatu benda ketika disentuh.
Contoh:
  • Kapas terasa lembut.
  • Batu terasa keras.
  • Kulit jeruk terasa kasar.

😊Menyampaikan Perasaan Saat Membuat Karya
Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan.
Misalnya:
😊 Senang
"Aku senang menggambar bunga."

🥰 Bangga
"Aku bangga dengan hasil gambarku."

😄 Gembira
"Aku gembira karena bisa mewarnai bersama teman."

😟 Kesulitan
"Aku kesulitan menggambar bentuk rumah."

😌 Tenang
"Aku merasa tenang saat menggambar."

Tidak apa-apa jika hasil karya kita belum sempurna. Yang penting kita mau mencoba dan belajar.

🌻Menghargai Karya Sendiri dan Teman
Setiap karya memiliki keunikan masing-masing.

Kita harus:
  • Menjaga karya sendiri.
  • Tidak mengejek karya teman.
  • Memberikan pujian kepada teman.
  • Menghargai perbedaan hasil karya.
  • Mau belajar dari karya orang lain.
💫Post Test:
Menilai dan Menyampaikan perasaan hasil karya seni rupa berupa menggambar pemandangan.
 
Contoh kalimat:
  • Karyaku: Gambar taman
  • Perasaanku: Senang
  • Warna yang digunakan: Hijau, merah, kuning
  • Bagian yang kusukai: Bunga
  • Bagian yang sulit: Menggambar 
💫Kesimpulan
Unsur rupa adalah bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni, seperti titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur. Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai perasaan seperti senang, gembira, bangga, atau merasa kesulitan. Semua perasaan tersebut boleh kita ceritakan.

Rabu, 9 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 09 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 09 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”

Pertemuan ke: 6

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari

💫ATP:

Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Pendidikan Pancasila

1. Apa itu Nilai-Nilai Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

Kita dapat menunjukkan nilai Pancasila melalui sikap:

  • Berdoa dan beribadah.
  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Saling membantu.
  • Bersikap adil.
  • Menghormati orang tua dan saudara.
  • Bermusyawarah ketika mengambil keputusan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Hidup rukun dan saling menghargai.

2. Penerapan Pancasila di Keluarga

Sila            Contoh di Lingkungan Keluarga
Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa            Berdoa dan beribadah bersama keluarga.
Sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab            Menyayangi dan menolong anggota keluarga.
Sila 3 Persatuan Indonesia            Hidup rukun dan tidak bertengkar.
Sila 4 Kerakyatan...            Berdiskusi dan bermusyawarah bersama keluarga.
Sila 5 Keadilan Sosial...            Berbagi dan melaksanakan tugas dengan adil.

💫Evaluasi
Proyek “Pohon Nilai Keluargaku” 🌳

Pohon Nilai Keluargaku adalah kegiatan membuat pohon yang berisi contoh sikap dan perilaku anggota keluarga yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Bagian-bagian pohon dapat dibuat seperti:

  • 🌳 Batang: Pancasila.
  • 🍃 Daun: nilai-nilai Pancasila.
  • 🍎 Buah: contoh perilaku baik yang dilakukan di keluarga.

🛠️ Alat

  1. ✂️ Gunting
  2. ✏️ Pensil
  3. 🖍️ Pensil warna atau krayon
  4. 🖊️ Spidol
  5. 📏 Penggaris

🎨 Bahan

  1. 📄 Kertas karton atau kertas manila sebagai alas
  2. 🟫 Kertas warna cokelat untuk membuat batang pohon
  3. 🟢 Kertas warna hijau untuk membuat daun
  4. 🌈 Kertas warna-warni untuk membuat bentuk buah
  5. 🧴 Lem atau lem kertas
  6. 📝 Kertas kecil untuk menuliskan contoh perilaku sesuai nilai Pancasila
  7. ⭐ Stiker atau hiasan tambahan
  8. 🧵 Pita atau kertas warna untuk mempercantik pohon

💫Kesimpulan

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga. Dengan melakukan kegiatan sederhana seperti berdoa, menyayangi, membantu, berbagi, bermusyawarah, dan hidup rukun, kita sudah mengamalkan Pancasila.

Melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”, kita dapat mengenali, menunjukkan, dan menyimpulkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga

Selasa, 08 September 2026

Selasa, 8 September 2026

 

Materi Ajar, Selasa 08 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 08 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Memecahkan Masalah Berdasarkan Cerita Pengalaman

Pertemuan ke: 5

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik menghubungkan masalah dengan penyebabnya berdasarkan informasi dalam cerita.

Model/Metode pembelajaranProblem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaranProblem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia

1. Pengertian Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman adalah cerita tentang kejadian yang pernah kita alami.
Contohnya:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Membantu orang tua.
  • Jatuh saat bermain.
  • Kehilangan barang.

2. Mengenal Masalah dalam Cerita

Dalam sebuah cerita pengalaman, terkadang terdapat masalah yang dialami tokoh.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil ke sekolah.
➡️ Masalahnya adalah Budi tidak membawa pensil.

3. Menentukan Penyebab Masalah

Kita perlu mencari tahu mengapa masalah itu terjadi.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil karena tidak memeriksa isi tas sebelum berangkat sekolah.

4. Mencari Solusi

Solusi adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Contoh:

  • Masalah: Budi lupa membawa pensil.
  • Penyebab: Budi tidak memeriksa tas.
  • Solusi: Budi dapat meminjam pensil kepada teman dan mulai membiasakan diri memeriksa perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

5. Langkah-Langkah Memecahkan Masalah

Saat mendengarkan atau membaca cerita pengalaman, kita dapat melakukan langkah berikut:

Dengarkan/Baca cerita → Temukan masalah → Cari penyebab → Pikirkan solusi → Pilih solusi yang baik.

6. Contoh Sederhana

Cerita:
Siti sedang bermain bersama teman. Ia tidak sengaja menjatuhkan mainan milik temannya hingga rusak.

Masalah:
Mainan teman Siti rusak.

Penyebab:
Siti tidak sengaja menjatuhkan mainan.

Solusi:
Siti meminta maaf dan membantu memperbaiki atau mengganti mainan tersebut.

💫 Evaluasi/ post test




💫Kesimpulan 
Memecahkan masalah berdasarkan cerita pengalaman berarti menemukan masalah dalam cerita, mengetahui penyebabnya, dan mencari cara yang baik untuk menyelesaikannya. Kita harus berani mengakui kesalahan, meminta maaf, membantu orang lain, dan memilih solusi yang baik.

Jum'at, 11 September 2026

  Materi Ajar/ Jumat, 11 September 2026   💫IDENTITAS Nama Guru : Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. Mapel: Kokulikuler  Har...