About

Kamis, 17 September 2026

Kamis, 17 September 2026

 

Materi Ajar/ Kamis, 17 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Matematika 

Hari/ Tanggal: Kamis/ 17 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

Pertemuan ke: 4

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.

 💫TP:

Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:

Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

 💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran



1. Apa itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • Ani mempunyai 5 apel.
  • Ibu memberikan 3 apel lagi.
  • Jadi, jumlah apel Ani adalah:

5 + 3 = 8

Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.

2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • Budi mempunyai 10 kelereng.
  • Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
  • Sisa kelereng Budi adalah:

10 − 6 = 4

Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.

10 = 6 + 4

3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍎

Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.

Contoh:

Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

👉 7 + 5 = 12

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil.

4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍪

Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.

Contoh:

Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

👉 15 − 8 = 7

Jadi, tersisa 7 kue.

Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:

15 = 8 + 7


5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20

Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.

Contoh bilangan 10:

  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10

Contoh bilangan 20:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20

💫Post test




💫Kesimpulan

Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.

Rabu, 16 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 16 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 16 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Nilai-nilai Pancasila sila ke 2

Pertemuan ke: 2

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. 

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mampu mengamati dan menyadari nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan keluarga, seperti berdoa, menyayangi anggota keluarga, membantu orang tua, berbagi, dan menghargai pendapat anggota keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman sehari-hari di lingkungan keluarga, seperti beribadah sesuai keyakinan, menyayangi dan menghormati keluarga, membantu pekerjaan rumah, berbagi dengan saudara, serta bermusyawarah dalam menentukan keputusan bersama.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mampu menyebutkan dan mengenali nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti mengamati gambar, bermain peran, bercerita tentang kegiatan bersama keluarga, mencocokkan sila dengan contoh perilaku, dan bermain kartu Pancasila.

💫ATP:

Peserta didik menyebutkan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di lingkungan keluarga melalui kegiatan mengamati gambar, bercerita, dan bermain peran, serta memberikan contoh perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, seperti berdoa, menyayangi keluarga, membantu orang tua, berbagi, menghargai pendapat, dan hidup rukun bersama anggota keluarga.

💫Materi Pendidikan Pancasila

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) di lingkungan keluarga.

🌟 1. Bunyi Sila Kedua Pancasila

Sila kedua Pancasila berbunyi:

“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”

Lambang sila kedua adalah rantai ⛓️.

Rantai melambangkan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan, menyayangi, dan menghargai.

🏠 2. Nilai Sila Kedua di Lingkungan Keluarga

Kita dapat menerapkan sila kedua dengan melakukan perbuatan baik kepada anggota keluarga, seperti:

  • ❤️ Menyayangi ayah, ibu, kakak, dan adik.
  • 🤝 Saling membantu ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan.
  • 😊 Menghormati orang tua dan anggota keluarga.
  • 🗣️ Berbicara dengan sopan dan tidak berkata kasar.
  • ⚖️ Bersikap adil, misalnya berbagi makanan atau mainan dengan saudara.
  • 🙏 Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
  • 💕 Memaafkan anggota keluarga yang berbuat salah.
  • 🧸 Berbagi mainan dengan kakak atau adik.
  • 🧹 Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • 👵 Peduli kepada anggota keluarga yang sedang sakit atau membutuhkan bantuan.

👧 3. Contoh Perilaku di Rumah

Contoh 1:
Ibu sedang menyapu. Kita membantu ibu menyapu halaman.
➡️ Ini menunjukkan sikap peduli dan suka membantu.

Contoh 2:
Adik ingin bermain bersama. Kita mengajak adik bermain.
➡️ Ini menunjukkan sikap menyayangi dan menghargai saudara.

Contoh 3:
Kakak dan adik mendapat makanan. Mereka membaginya dengan adil.
➡️ Ini menunjukkan sikap adil dan suka berbagi.

Contoh 4:
Kita tidak sengaja mengambil barang milik kakak. Kita meminta maaf.
➡️ Ini menunjukkan sikap bertanggung jawab dan beradab.

🚫 4. Perilaku yang Tidak Sesuai

Perilaku berikut tidak mencerminkan sila kedua:

  • ❌ Memukul saudara.
  • ❌ Mengejek anggota keluarga.
  • ❌ Berkata kasar.
  • ❌ Merebut mainan.
  • ❌ Tidak mau berbagi.
  • ❌ Membeda-bedakan anggota keluarga.
  • ❌ Tidak mau membantu orang tua.


💫Soal/Post test

💫Kesimpulan 
Sila kedua mengajarkan kita untuk menyayangi, menghargai, membantu, berbagi, dan bersikap adil kepada orang lain. Di lingkungan keluarga, kita dapat menerapkan sila kedua dengan menyayangi keluarga, membantu orang tua, menghormati saudara, berbagi, berbicara sopan, dan saling memaafkan


Rabu, 16 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 16 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 16 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Pertemuan ke: 8

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Model/Metode pembelajaran: Discovery

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Seni Budaya

1. 🖍️ Memahami Unsur Rupa Garis dan Warna

Garis adalah goresan yang dapat dibuat menggunakan pensil, krayon, spidol, atau alat gambar lainnya.

Contoh macam-macam garis:

  • Garis lurus ─────
  • Garis tegak │││││
  • Garis miring ///////
  • Garis lengkung ∩∩∩
  • Garis zig-zag ////
  • Garis bergelombang ~~~~~

Warna membuat gambar menjadi lebih indah dan menarik.

Warna dasar yang mudah dikenali:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru
  • 🟢 Hijau
  • 🟠 Oranye
  • 🟣 Ungu
  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih

2. 🔷 Mengenal Bentuk-Bentuk Dasar (Geometris)

Bentuk geometris adalah bentuk yang teratur dan dapat kita temukan dalam benda di sekitar.

Contohnya:

BentukContoh benda
⚪ LingkaranJam, piring, roda
🟥 PersegiUbin, jendela
▭ Persegi panjangBuku, pintu, papan tulis
🔺 SegitigaAtap rumah, rambu
♦️ OvalTelur, daun tertentu

Bentuk-bentuk tersebut dapat digunakan untuk membuat gambar dan karya seni.


3. 🌳 Memahami Unsur Seni Rupa di Lingkungan Sekitar

Unsur seni rupa dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • Garis terdapat pada pagar, jalan, dan gambar.
  • Warna terdapat pada bunga, pakaian, rumah, dan benda lainnya.
  • Bentuk terdapat pada meja, kursi, buku, bola, dan rumah.
  • Warna dan bentuk dapat membuat benda terlihat lebih menarik.

Kita dapat belajar seni rupa dengan mengamati benda di sekitar, menggambar, mewarnai, dan membuat karya sederhana.


💫Evaluasi/post test



💫Kesimpulan

Garis, warna, dan bentuk merupakan unsur penting dalam seni rupa. Kita dapat menemukan unsur-unsur tersebut di lingkungan sekitar dan menggunakannya untuk membuat gambar atau karya seni yang indah dan kreatif.


Selasa, 15 September 2026

Selasa, 15 September 2026

 

Outing Class/ Selasa, 15 September 2026

 

💫IDENTITAS

HARI/TANGGAL: Selasa/ 15 September 2026

GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

FASE/KELAS: A/ 1A

KEGIATAN: Outing Class goes to Pizza Hut

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫Kegiatan Outing  Class


Pembelajaran pada jenjang sekolah dasar tidak hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas, tetapi juga perlu memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. Peserta didik membutuhkan kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata melalui kegiatan observasi, praktik, interaksi, dan pengalaman langsung.

Kegiatan Outing Class ke Pizza Hut bertujuan untuk:

1. Memberikan pengalaman belajar nyata kepada peserta didik melalui pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

2. Menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik mampu memahami penerapan pengetahuan secara lebih konkret.

3. Mengenalkan peserta didik pada lingkungan usaha dan dunia kerja, khususnya proses pengelolaan restoran, pelayanan konsumen, kebersihan, dan pembagian tugas.

4. Mengembangkan sikap kemandirian dan tanggung jawab peserta didik dalam mengikuti kegiatan di luar sekolah.

5. Melatih kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi melalui berbagai aktivitas yang dilakukan secara berkelompok.

Senin, 14 September 2026

Senin, 14 September 2026

 

Materi Ajar/ Senin, 14 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Senin / 14 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 1

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga. 

💫TP:

Peserta didik dapat mengenal aturan di lingkungan keluarga.

1. Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu mengenali dan menyadari berbagai aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, seperti merapikan tempat tidur, meminta izin sebelum keluar rumah, berbicara sopan kepada anggota keluarga, dan membantu menjaga kebersihan rumah.

2. Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menjelaskan manfaat mematuhi aturan dalam keluarga serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, misalnya mematuhi jadwal belajar, merapikan mainan setelah bermain, dan membantu orang tua.

3. Joyful (Menggembirakan)
Peserta didik mampu menunjukkan perilaku mematuhi aturan keluarga melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti bermain peran, mencocokkan gambar perilaku dengan aturan, bercerita tentang aturan di rumah, atau bermain kartu “Boleh dan Tidak Boleh”.

💫ATP:

Peserta didik mampu mengenali berbagai aturan sederhana yang berlaku di lingkungan keluarga melalui gambar, cerita, dan pengalaman sehari-hari.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Pendidikan Pancasila



1. Pengertian Aturan
Aturan adalah ketentuan yang dibuat dan disepakati untuk mengatur perilaku agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Aturan di Lingkungan Keluarga
Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dilakukan oleh setiap anggota keluarga ketika berada di rumah. Aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup dengan rukun dan saling menghargai.

3. Contoh Aturan di Keluarga

  • Bangun tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berbicara dengan sopan kepada anggota keluarga.
  • Meminta izin kepada orang tua sebelum pergi.
  • Merapikan mainan setelah bermain.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Membantu menjaga kebersihan rumah.
  • Belajar sesuai waktu yang telah ditentukan.

4. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Mematuhi aturan membuat:

  • Rumah menjadi tertib.
  • Keluarga menjadi aman dan nyaman.
  • Anggota keluarga saling menghargai.
  • Pekerjaan di rumah menjadi lebih teratur.
  • Kehidupan keluarga menjadi rukun dan harmonis.

💫Evaluasi

📝 Soal Isian: Mengenal Aturan

  1. Aturan adalah ketentuan yang harus kita __________.
  2. Aturan dibuat agar kehidupan menjadi __________ dan teratur.
  3. Aturan yang berlaku di rumah disebut aturan di lingkungan __________.
  4. Kita harus berbicara __________ kepada orang tua.
  5. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.

💫Kesimpulan 
Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun. Sebagai anak, kita dapat mematuhi aturan dengan melakukan kebiasaan baik setiap hari.
 
💫Refleksi Pembelajaran
Absen 14/9/2026
Zavya Shabira (S)

Kendala Pembelajaran:
Pada hari ini masih ada siswa yang membutuhkan bimbingan dalam memahami materi dan mengerjakan evaluasi terutama dalam pengisian soal.  


 

Senin, 14 September 2026

 

Materi Ajar/ Senin, 14 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Senin / 14 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengurutkan dan Menceritakan Pengalaman Diri

Pertemuan ke: 6

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik mampu mengurutkan gambar atau kalimat sederhana sesuai dengan urutan kejadian dalam suatu pengalaman.

Model/Metode pembelajaranDiscovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia



1. Pengalaman Diri
Pengalaman diri adalah kejadian atau kegiatan yang pernah kita lakukan atau alami.
Contohnya:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Membantu ibu di rumah.
  • Pergi bersama keluarga.
  • Merayakan ulang tahun.

2. Mengurutkan Pengalaman
Pengalaman perlu diceritakan secara berurutan agar mudah dipahami. Urutan pengalaman dapat terdiri dari:

  • Awal → kegiatan yang dilakukan pertama.
  • Tengah → kegiatan yang dilakukan setelahnya.
  • Akhir → kegiatan yang dilakukan terakhir.

Contoh:
Bangun tidur → mandi → sarapan → berangkat sekolah.

3. Kata untuk Menunjukkan Urutan
Kita dapat menggunakan kata:

  • Pertama
  • Kemudian
  • Setelah itu
  • Selanjutnya
  • Terakhir

4. Menceritakan Pengalaman Diri
Saat menceritakan pengalaman, kita sebaiknya:

  • Menyebutkan kegiatan yang dilakukan.
  • Menceritakan kejadian secara berurutan.
  • Menggunakan kalimat sederhana.
  • Berbicara dengan suara yang jelas.
  • Berbicara dengan percaya diri dan santun.
  • Menyampaikan perasaan yang dirasakan.

Contoh cerita:

“Kemarin saya pergi ke taman bersama ibu. Pertama, saya bermain ayunan. Kemudian, saya bermain bola. Setelah itu, saya makan bersama ibu. Saya merasa sangat senang.”

💫Evaluasi/Post Test


💫Kesimpulan

Mengurutkan pengalaman berarti menyusun kejadian dari awal, tengah, hingga akhir. Setelah itu, pengalaman dapat diceritakan dengan kalimat sederhana, runtut, jelas, dan santun.

💫Refleksi Pembelajaran
Absen 14/9/2026
Zavya Shabira (S)

Kendala Pembelajaran:
Pada hari ini masih ada siswa yang membutuhkan bimbingan dalam memahami materi dan mengerjakan evaluasi cara menuliskan cerita berdasarkan pengalaman.  

 

Kamis, 17 September 2026

  Materi Ajar/ Kamis, 17 September 2026   💫IDENTITAS Nama Guru : Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. Mapel: Matematika  Hari...