About

Kamis, 10 September 2026

Kamis, 10 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Matematika 

Hari/ Tanggal: Kamis/ 10 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Berlatih menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20.

Pertemuan ke: 3

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.

💫TP:
Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:

Peserta didik dapat menemukan berbagai pasangan bilangan (komposisi dan dekomposisi) sampai 20.

💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Komposisi dan Dekomposisi Bilangan sampai 20

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • 5 + 3 = 8
  • 4 + 6 = 10
  • 7 + 3 = 10

Jadi, bilangan 8 dapat disusun dari 5 dan 3.

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • 8 = 5 + 3
  • 10 = 4 + 6
  • 10 = 7 + 3

🔢 Berbagai Pasangan Bilangan

Satu bilangan dapat memiliki beberapa pasangan bilangan.

Contoh bilangan 10:

Pasangan    Hasil
1 + 9    10
2 + 8    10
3 + 7    10
4 + 6    10
5 + 5    10

Jadi, 10 dapat dibentuk dari beberapa pasangan bilangan.

Contoh bilangan 15:

  • 1 + 14 = 15
  • 2 + 13 = 15
  • 3 + 12 = 15
  • 4 + 11 = 15
  • 5 + 10 = 15
  • 6 + 9 = 15
  • 7 + 8 = 15

🌟 Contoh Bilangan sampai 20

Bilangan 20 dapat disusun dari:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
  • 15 + 5 = 20
  • 17 + 3 = 20
  • 19 + 1 = 20

💡 Cara Mudah Menemukan Pasangan Bilangan

  1. Tentukan bilangan yang ingin dibuat.
  2. Pilih satu bilangan sebagai pasangan pertama.
  3. Hitung berapa bilangan yang diperlukan agar jumlahnya sama.
  4. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan.

Contoh:
Bilangan yang akan dibuat adalah 12.

Bilangan 20 dapat disusun dari:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
  • 15 + 5 = 20
  • 17 + 3 = 20
  • 19 + 1 = 20

💡 Cara Mudah Menemukan Pasangan Bilangan

  1. Tentukan bilangan yang ingin dibuat.
  2. Pilih satu bilangan sebagai pasangan pertama.
  3. Hitung berapa bilangan yang diperlukan agar jumlahnya sama.
  4. Tuliskan dalam bentuk penjumlahan.

Contoh:
Bilangan yang akan dibuat adalah 12.

Jika memilih 7, maka pasangannya adalah 5.

👉 7 + 5 = 12

💫Evaluasi/Post test


💫Kesimpulan
Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah bilangan menjadi beberapa bagian. Bilangan sampai 20 dapat memiliki berbagai pasangan bilangan. Dengan menggunakan benda konkret seperti kancing, stik es krim, balok, atau gambar buah, siswa dapat lebih mudah memahami cara menyusun dan memecah bilangan.

Rabu, 09 September 2026

Rabu, 9 September 2026

 

Materi Ajar/ 09 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 09 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Pertemuan ke: 7

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:

Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Mengenali unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.

Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik dapat menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Meaningful (Bermakna)
Peserta didik dapat mengaitkan penyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar dengan kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP
Peserta didik mampu menyampaikan perasaan saat proses membuat karya unsur rupa dan mengulas pengalaman belajar

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test
Materi Seni Rupa
Mengenal Unsur Rupa
Unsur rupa adalah bagian-bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni.
Beberapa unsur rupa yang sederhana adalah:

1. Titik ●
Titik adalah tanda kecil.
Contoh:
  • Titik-titik pada gambar bunga.
  • Titik-titik untuk membuat pola.

2. Garis 〰️
Garis adalah goresan yang memanjang.
Ada beberapa jenis garis:
  • Garis lurus ───
  • Garis lengkung 〰️
  • Garis zig-zag ///\
  • Garis bergelombang ~~~~~

3. Bentuk
Bentuk adalah bagian yang memiliki rupa tertentu.
Contoh:
  • Lingkaran ○
  • Segitiga △
  • Persegi □
  • Persegi panjang ▭
Benda di sekitar kita juga mempunyai bentuk, seperti bola, buku, meja, dan rumah.

4. Warna 🌈
Warna membuat karya seni menjadi lebih indah.
Contoh warna:
  • Merah
  • Kuning
  • Biru
  • Hijau
  • Jingga
  • Ungu
Kita dapat memilih warna sesuai dengan keinginan kita.

5. Tekstur
Tekstur adalah rasa permukaan suatu benda ketika disentuh.
Contoh:
  • Kapas terasa lembut.
  • Batu terasa keras.
  • Kulit jeruk terasa kasar.

😊Menyampaikan Perasaan Saat Membuat Karya
Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai macam perasaan.
Misalnya:
😊 Senang
"Aku senang menggambar bunga."

🥰 Bangga
"Aku bangga dengan hasil gambarku."

😄 Gembira
"Aku gembira karena bisa mewarnai bersama teman."

😟 Kesulitan
"Aku kesulitan menggambar bentuk rumah."

😌 Tenang
"Aku merasa tenang saat menggambar."

Tidak apa-apa jika hasil karya kita belum sempurna. Yang penting kita mau mencoba dan belajar.

🌻Menghargai Karya Sendiri dan Teman
Setiap karya memiliki keunikan masing-masing.

Kita harus:
  • Menjaga karya sendiri.
  • Tidak mengejek karya teman.
  • Memberikan pujian kepada teman.
  • Menghargai perbedaan hasil karya.
  • Mau belajar dari karya orang lain.
💫Post Test:
Menilai dan Menyampaikan perasaan hasil karya seni rupa berupa menggambar pemandangan.
 
Contoh kalimat:
  • Karyaku: Gambar taman
  • Perasaanku: Senang
  • Warna yang digunakan: Hijau, merah, kuning
  • Bagian yang kusukai: Bunga
  • Bagian yang sulit: Menggambar 
💫Kesimpulan
Unsur rupa adalah bagian yang dapat kita lihat dalam sebuah karya seni, seperti titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur. Saat membuat karya seni, kita dapat merasakan berbagai perasaan seperti senang, gembira, bangga, atau merasa kesulitan. Semua perasaan tersebut boleh kita ceritakan.

Rabu, 9 September 2026

 

Materi Ajar/ Rabu, 09 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 09 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”

Pertemuan ke: 6

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan contoh penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) di lingkungan keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari

💫ATP:

Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”.

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Model/Metode pembelajaran: Problem Based  Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Pendidikan Pancasila

1. Apa itu Nilai-Nilai Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

Kita dapat menunjukkan nilai Pancasila melalui sikap:

  • Berdoa dan beribadah.
  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Saling membantu.
  • Bersikap adil.
  • Menghormati orang tua dan saudara.
  • Bermusyawarah ketika mengambil keputusan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Hidup rukun dan saling menghargai.

2. Penerapan Pancasila di Keluarga

Sila            Contoh di Lingkungan Keluarga
Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa            Berdoa dan beribadah bersama keluarga.
Sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab            Menyayangi dan menolong anggota keluarga.
Sila 3 Persatuan Indonesia            Hidup rukun dan tidak bertengkar.
Sila 4 Kerakyatan...            Berdiskusi dan bermusyawarah bersama keluarga.
Sila 5 Keadilan Sosial...            Berbagi dan melaksanakan tugas dengan adil.

💫Evaluasi
Proyek “Pohon Nilai Keluargaku” 🌳

Pohon Nilai Keluargaku adalah kegiatan membuat pohon yang berisi contoh sikap dan perilaku anggota keluarga yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Bagian-bagian pohon dapat dibuat seperti:

  • 🌳 Batang: Pancasila.
  • 🍃 Daun: nilai-nilai Pancasila.
  • 🍎 Buah: contoh perilaku baik yang dilakukan di keluarga.

🛠️ Alat

  1. ✂️ Gunting
  2. ✏️ Pensil
  3. 🖍️ Pensil warna atau krayon
  4. 🖊️ Spidol
  5. 📏 Penggaris

🎨 Bahan

  1. 📄 Kertas karton atau kertas manila sebagai alas
  2. 🟫 Kertas warna cokelat untuk membuat batang pohon
  3. 🟢 Kertas warna hijau untuk membuat daun
  4. 🌈 Kertas warna-warni untuk membuat bentuk buah
  5. 🧴 Lem atau lem kertas
  6. 📝 Kertas kecil untuk menuliskan contoh perilaku sesuai nilai Pancasila
  7. ⭐ Stiker atau hiasan tambahan
  8. 🧵 Pita atau kertas warna untuk mempercantik pohon

💫Kesimpulan

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga. Dengan melakukan kegiatan sederhana seperti berdoa, menyayangi, membantu, berbagi, bermusyawarah, dan hidup rukun, kita sudah mengamalkan Pancasila.

Melalui proyek “Pohon Nilai Keluargaku”, kita dapat mengenali, menunjukkan, dan menyimpulkan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga

Selasa, 08 September 2026

Selasa, 8 September 2026

 

Materi Ajar, Selasa 08 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 08 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Memecahkan Masalah Berdasarkan Cerita Pengalaman

Pertemuan ke: 5

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik menghubungkan masalah dengan penyebabnya berdasarkan informasi dalam cerita.

Model/Metode pembelajaranProblem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.


Model/Metode pembelajaranProblem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, dan Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia

1. Pengertian Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman adalah cerita tentang kejadian yang pernah kita alami.
Contohnya:

  • Pergi ke sekolah.
  • Bermain bersama teman.
  • Membantu orang tua.
  • Jatuh saat bermain.
  • Kehilangan barang.

2. Mengenal Masalah dalam Cerita

Dalam sebuah cerita pengalaman, terkadang terdapat masalah yang dialami tokoh.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil ke sekolah.
➡️ Masalahnya adalah Budi tidak membawa pensil.

3. Menentukan Penyebab Masalah

Kita perlu mencari tahu mengapa masalah itu terjadi.

Contoh:
Budi lupa membawa pensil karena tidak memeriksa isi tas sebelum berangkat sekolah.

4. Mencari Solusi

Solusi adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Contoh:

  • Masalah: Budi lupa membawa pensil.
  • Penyebab: Budi tidak memeriksa tas.
  • Solusi: Budi dapat meminjam pensil kepada teman dan mulai membiasakan diri memeriksa perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

5. Langkah-Langkah Memecahkan Masalah

Saat mendengarkan atau membaca cerita pengalaman, kita dapat melakukan langkah berikut:

Dengarkan/Baca cerita → Temukan masalah → Cari penyebab → Pikirkan solusi → Pilih solusi yang baik.

6. Contoh Sederhana

Cerita:
Siti sedang bermain bersama teman. Ia tidak sengaja menjatuhkan mainan milik temannya hingga rusak.

Masalah:
Mainan teman Siti rusak.

Penyebab:
Siti tidak sengaja menjatuhkan mainan.

Solusi:
Siti meminta maaf dan membantu memperbaiki atau mengganti mainan tersebut.

💫 Evaluasi/ post test




💫Kesimpulan 
Memecahkan masalah berdasarkan cerita pengalaman berarti menemukan masalah dalam cerita, mengetahui penyebabnya, dan mencari cara yang baik untuk menyelesaikannya. Kita harus berani mengakui kesalahan, meminta maaf, membantu orang lain, dan memilih solusi yang baik.

Senin, 07 September 2026

B. Indonesia, Senin 7 September 2026

 


Materi Ajar, 07 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Senin / 07 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: 
Menyimak Cerita Pengalaman Diri

Pertemuan ke: 4

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik mampu menyimak cerita sederhana tentang pengalaman diri dan mengenali informasi penting dari cerita yang didengar.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test


💫Materi Bahasa Indonesia

Menyimak Cerita Pengalaman Diri

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan baik dan penuh perhatian untuk memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain.

1. Apa Itu Cerita Pengalaman Diri?

Cerita pengalaman diri adalah cerita tentang kejadian yang pernah kita alami sendiri. Pengalaman dapat berupa pengalaman yang menyenangkan, sedih, lucu, atau menarik.

Contoh:

“Kemarin saya pergi ke taman bersama ibu. Saya bermain ayunan dan melihat banyak bunga. Saya merasa sangat senang.”

2. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyimak

Ketika mendengarkan cerita, kita harus:

  • 👂 Mendengarkan dengan baik.
  • 👀 Memperhatikan orang yang sedang bercerita.
  • 🤫 Tidak berbicara ketika orang lain sedang bercerita.
  • 🧠 Mengingat informasi penting dari cerita.
  • 🙋 Bertanya jika ada bagian yang belum dipahami.

3. Informasi Penting dalam Cerita

Saat menyimak cerita pengalaman, kita dapat mencari informasi:

Pertanyaan                                Yang Dicari
 Siapa?                                Orang yang mengalami kejadian
 Apa?                                Kegiatan atau kejadian yang terjadi
 Di mana?                                Tempat kejadian
 Kapan?                                Waktu kejadian
 Bagaimana?                                Keadaan atau perasaan saat mengalami kejadian

4. Urutan Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman biasanya memiliki urutan:

  1. Awal – menceritakan kapan dan di mana pengalaman terjadi.
  2. Tengah – menceritakan kejadian atau kegiatan yang dilakukan.
  3. Akhir – menceritakan hasil atau perasaan setelah mengalami kejadian.

5. Contoh Cerita

Pengalaman Pergi ke Kebun Binatang

“Hari Minggu saya pergi ke kebun binatang bersama ayah dan ibu. Saya melihat gajah, monyet, dan burung. Saya sangat senang melihat berbagai macam hewan. Setelah itu, kami pulang ke rumah.”

Informasi dari cerita:

  • Siapa: saya, ayah, dan ibu.
  • Kapan: hari Minggu.
  • Di mana: kebun binatang.
  • Apa: melihat berbagai macam hewan.
  • Perasaan: senang.
💫Evaluasi/Post Test

Pengalaman Rina di Taman

Hari Minggu, Rina pergi ke taman bersama ayah dan ibu.
Di taman, Rina bermain ayunan. Rina juga melihat bunga-bunga yang indah. Setelah bermain, Rina dan keluarganya makan bekal bersama. Rina merasa sangat senang.

Soal!

  1. Siapa yang pergi ke taman?....
  2. Kapan Rina pergi ke taman?....
  3. Apa yang dilakukan rina di taman?....
  4. Rina pergi ke taman bersama?....
  5. Bagaima perasaan Rina setelah pergi ke taman?....
💫Kesimpulan

Menyimak cerita pengalaman diri berarti mendengarkan cerita dengan penuh perhatian untuk memahami isi cerita. Setelah menyimak, kita dapat menyebutkan informasi penting, menjawab pertanyaan, mengurutkan kejadian, dan menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa sederhana dan santun

Kamis, 10 September 2026

  💫IDENTITAS Nama Guru : Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. Mapel: Matematika  Hari/ Tanggal: Kamis/ 10 September 2026 Fase...