Materi Ajar/ Jumat 21 Agustus 2026
HARI/TANGGAL: Jumat/ 21 Agustus 2026
GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
FASE/KELAS: A/ 1A
MAPEL: Kokulikuler
💫Kegiatan Awal (Sapaan)
🤝 Tokoh Pendukung:
HARI/TANGGAL: Jumat/ 21 Agustus 2026
GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
FASE/KELAS: A/ 1A
MAPEL: Kokulikuler
💫Kegiatan Awal (Sapaan)
🤝 Tokoh Pendukung:
HARI/TANGGAL: Kamis/ 20 Agustus 2026
GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
FASE/KELAS: A/ 1A
MAPEL: Matematika
💫Kegiatan Awal (Sapaan)
1.1. Bilangan
Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas seperti buku, pensil, dan teman-teman di kelas. Guru kemudian meminta peserta didik membandingkan jumlah benda yang ada di meja guru dan meja siswa.
“Anak-anak, Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan jumlah yang berbeda-beda. Ada yang sedikit, ada yang banyak, dan semuanya teratur. Dengan belajar membandingkan bilangan, kita belajar melihat ciptaan Allah dengan lebih teliti dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.”
Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
1. Pengertian Membandingkan Bilangan
Membandingkan bilangan berarti melihat dua bilangan untuk mengetahui mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau jumlahnya sama.
Contoh:
8 lebih besar dari 5.
3 lebih kecil dari 7.
6 sama dengan 6.
2. Bilangan Lebih Besar
Bilangan disebut lebih besar jika nilainya lebih banyak.
Simbol yang digunakan adalah >.
Contoh:
9 > 4 → dibaca 9 lebih besar dari 4.
15 > 10 → dibaca 15 lebih besar dari 10.
Cara mudah:
Bayangkan tanda > seperti mulut buaya. Mulut buaya selalu terbuka ke arah bilangan yang lebih besar. 🐊
3. Bilangan Lebih Kecil
Bilangan disebut lebih kecil jika nilainya lebih sedikit.
Simbol yang digunakan adalah <.
Contoh:
3 < 8 → dibaca 3 lebih kecil dari 8.
7 < 12 → dibaca 7 lebih kecil dari 12.
4. Bilangan Sama dengan
Dua bilangan disebut sama dengan jika memiliki nilai yang sama.
Simbol yang digunakan adalah =.
Contoh:
5 = 5 → dibaca 5 sama dengan 5.
10 = 10 → dibaca 10 sama dengan 10.
5. Membandingkan Bilangan dengan Benda
Kita dapat membandingkan bilangan dengan menghitung jumlah benda.
🍎🍎🍎🍎🍎 → 5 apel
🍎🍎🍎 → 3 apel
Karena 5 apel lebih banyak daripada 3 apel, maka: 5 > 3
Video pembelajaran:
SBdP:
Pertanyaan: (penalaran kritis)
· Apakah kalian pernah melihat pohon? Pohon apa yang sering kalian lihat?
Dalam seni rupa, terdapat beberapa unsur yang dapat kita lihat dan rasakan. Empat unsur rupa yang dipelajari adalah garis, warna, bentuk, dan tekstur.
Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik.
Contoh warna:
Bentuk adalah wujud suatu benda.
Contoh bentuk:
Kita dapat menemukan berbagai bentuk pada benda di sekitar kita.
Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang dapat dirasakan dengan sentuhan.
Contoh:
Sila ketiga Pancasila memiliki simbol pohon beringin.
Bunyi sila ketiga adalah:
“Persatuan Indonesia.”
Pohon beringin melambangkan tempat berteduh dan persatuan. Kita harus hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persatuan.
Contoh sikap sila ketiga:
Sila keempat Pancasila memiliki simbol kepala banteng.
Bunyi sila keempat adalah:
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”
Kepala banteng melambangkan kebersamaan dan kehidupan bermusyawarah.
Contoh sikap sila keempat:
HARI/TANGGAL: Selasa/ 18 Agustus 2026
GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
FASE/KELAS: A/ 1A
MAPEL: Bahasa Indonesia
💫Kegiatan Awal (Sapaan)
Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu "Dua Mata Saya" sambil menunjuk anggota tubuh.
Pertanyaan Pemantik (Penalaran Kritis) → Stimulus
Mengenal Anggota Tubuh
Tubuh kita terdiri dari banyak anggota tubuh. Setiap anggota tubuh memiliki fungsi yang berbeda.
Beberapa anggota tubuh kita adalah:
Pancaindra adalah lima alat indra yang membantu kita mengenal keadaan di sekitar.
| Pancaindra | Bagian Tubuh | Kegunaan |
|---|---|---|
| 👀 Indra penglihatan | Mata | Untuk melihat |
| 👂 Indra pendengaran | Telinga | Untuk mendengar |
| 👃 Indra penciuman | Hidung | Untuk mencium bau |
| 👅 Indra pengecap | Lidah | Untuk merasakan rasa |
| ✋ Indra peraba | Kulit | Untuk merasakan sentuhan |
Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
Hari/Tanggal: Jumat/ 14 - 08 - 2026
Fase/Kelas: A/ 1A
Mapel: Kokulikuler
Materi: Makanan khas daerah Lampung
Pertemuan ke: 4 (6 JP)
💫Apersepsi:
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah al Khalik, tidak hanya menciptakan kita sebagai manusia, tetapi juga Allah telah menciptakan makanan sebagai pemberi neergi bagi tubuh kita yang sangat berarti di kehidupan kita.
💫CP : Mengenal identitas budaya Lampung
💫TP : Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung.
💫ATP : 1. Peserta didik mengenal berbagai makanan khas Lampung melalui gambar, cerita, atau video sederhana.
2. Peserta didik menyebutkan nama makanan khas Lampung, seperti seruit, sekubal, gulai taboh, tempoyak, kemplang, dan keripik pisang.
3. Peserta didik mengenali ciri sederhana dari makanan khas Lampung berdasarkan gambar dan penjelasan guru.
💫Model / Metode : Discovery Learning dan Tanya Jawab
💫Penjabaran Materi
Anak-anak sholih/sholihah mari kita simak video pembelajaran dibawah ini:
HARI/TANGGAL: Kamis/ 13 Agustus 2026
GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
FASE/KELAS: A/ 1A
MAPEL: Matematika
💫Kegiatan Awal (Sapaan)
1.1. Bilangan
Pertanyaan pemantik: (penalaran kritis) 🢣 Stimulus
· Bagaimana cara kamu menghitung jari tangan agar tidak salah jumlah?
· Mengapa kita perlu mengelompokkan benda agar lebih mudah dihitung?
Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan posisinya dalam sebuah bilangan.
Pada bilangan sampai 20, terdapat:
Contoh:
15 = 1 puluhan + 5 satuan
Nilai tempat dapat digunakan untuk memahami jumlah benda di sekitar kita.
Contoh 1: Pensil
Rani memiliki 13 pensil.
Budi memiliki 18 permen.
Materi Ajar/ Jumat 21 Agustus 2026 HARI/TANGGAL: Jumat/ 21 Agustus 2026 GURU KELAS: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. F...